Senin, 26 Agustus 2019

SITU AUL 8 JUNI 2014 | Perkebunan Teh

SITU AUL 8 JUNI 2014

Hi.., al-hamdulillah kita bisa bersua lagi disini, semoga kita senantiasa diberi kesehatan Oleh Tuhan. Pada kesempatan ini akan membawakan tema tentang "perkebunan teh, SITU AUL 8 JUNI 2014". ayo kaji selengkapnya...

Secara administratif, Situ Aul berada di Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Cukup alot untuk menemukan informasi perincian mengenai Situ Aul, baik berupa litelatur, maupun keterangan teknisnya. Untuk mencapai Situ Aul patokan yang paling mudah adalah Sumur Produksi Geothermal Wayang-Windu yang jalan masuknya searah dengan Village

Wayang-Windu di Desa Margamukti. Patokan ke-2 adalah bengkel teh Kertamanah di Desa Margamukti. Apabila patokan saya adalah Pabrik Teh Kertamanah, maka untuk mengarah Situ Aul bila dari cita-cita Pangalengan adalah terus mengikuti jalan mengarah Village Wayang-Windu. Tetapi bila masuk dari daerah Kertasari, maka di pertigaan yang benar berada di ambang mess, ambil jalan yang mengarah mess yang otomatis bertolak belakang dengan jalan yang mengarah bengkel teh Kertamanah. Setelah melalui Village Wayang-Windu ambil jalan mengarah Kampung Cibitung hingga ke sumber produksi benar di kaki Gunung Gambungsedaningsih dengan Datar Anjing. Berikut pilihan akses mengarah Situ Aul:

Ciparay – Pacet –Kertasari- Situ Cisanti Perkebunan Teh Kertasari – Perkebunan Teh Malabar – Desa Wanasuka – Perkebunan Teh Malabar – Situ Cicoledas – Desa Sukaratu – Desa Margamukti – Perkebunan Teh Kertamanah – Village Wayang-Windu – Kampung Cibitung – Sumur Produksi Wayang Windu – Situ Aul

Pangalengan – Perkebunan Teh Kertamanah – Desa Margamukti – Pabrik Teh Kertamanah – Village Wayang Windu – Kampung Cibitung – Sumur produksi – Wayang Windu – Situ Aul

Lokasi Situ Aul yang sedikit tersembunyi dengan asing dari bahan darmawisata manapun, menjadikannya cukup alot ditemukan dengan masih jarang yang tau keberadaannya kecuali asosiasi yang tinggal di sekeliling Pangalengan dengan Kertasari. Situ Aul berada pada ketinggian 2115 mdpl dengan berada benar di kaki Gunung Gambungsedaningsih (2885 mdpl).

Perjalanan kali ini dimulai dari Kecamatan Ciparay mengarah Kecamatan Kertasari. Rute ini melahirkan arah yang sama apabila akan mengarah Situ Cisanti. Tepat sebelum memasuki areal bahan darmawisata Situ Cisanti, sebenarnya ada jalan potong yang nantinya akan langsung berlubang di dekat Situ Aul, cuma saja ihwal jalannya melahirkan jalan perkerasan batu dengan apabila hujan akan jadi lumpur. Berhubung kali ini abdi cuma fokus untuk mencari Situ Aul, maka abdi memutuskan untuk mengambil arah utama, ialah melalui Situ Cisanti, Perkebunan teh Kertasari, Desa Citawa, Desa Wanasuka hingga ke Situ Aul. Kondisi jalannya, masih sama bagaikan perjalanan abdi ke Situ Cisanti pada bulan Januari 2014 lalu. Kondisi jalan yang sangat baik akan saya temui mulai dari pintu masuk bahan darmawisata Situ Cisanti hingga batas perkebunan teh Kertasari dengan Desa Wanasuka dengan Desa Citawa. Yang membedakan adalah ihwal jalan dari Desa Wanasuka hingga Situ Cicoledas yang asing lebih jelek dari sebelumnya. Kondisi jalan akan sedikit membaik saat mendekati persimpangan yang mengarah ke bahan darmawisata cecair panas Cibolang dengan yang mengarah ke Pintu Gerbang PTPN VII.

Apabila menggunakan jaluur dari Situ Cisanti, maka, benar selepas melalui Situ Cicoledas, maka ambil jalan ke kiri. Setelah Situ Cicoledas, ada pertigaan tanpa papan penunjuk cita-cita yang cukup besar. Kondisi jalan selepas mengambil cita-cita hindar dari jalan utama akan cukup rusak. Jalan yang dilalui merupai jalan perkebunan dengan perkerasan batu. Sepanjang jalan tidak akan ditemui koloni penduduk. Jalur ini jua melahirkan jalur pipa geothermal Wayang-Windu serta kaum sumber produksi. Permukiman orang terdekat adalah Desa Margamukti yang berjarak sekeliling 10 Km dari pertigaan Situ Cicoledas. Jalur ini jua melahirkan jalur bersepeda di kawasan perkebunan Malabar. Bila telah menjelang sore hari, sebaiknya tidak melalui jalur ini, terlebih lagi seorang diri karena tingkat kriminalitas di daerah ini masih cukup tinggi. Kondisi jalan yang rusak, tidak ada penerangan, asing dari koloni penduduk, areal sekeliling cuma berupa perkebunan teh dengan jalur pipa geothermal, ditambah faktor kabut tebal dengan curah hujan yang cukup tinggi di areal ini akan cukup menyulitkan apabila terjadi hal yang darurat.

Sepanjang jalan dari Situ Cicoledas hingga Desa Margamukti akan cukup banyak persimpangan jalan, baik yang mengarah koloni orang atau mengarah sumur-sumur geothermal. Kondisi jalan akan kembali jadi aspal yang masih bagus saat memasuki Desa Margamukti. Tidak terlalu banyak medan yang berat serta tikungan tajam, jalannya cuma sedikit berkelok-kelok. Pemandangan didominasi oleh hamparan perbukitan perkebunan teh dengan jua pipa-pipa geothermal. Setelah cukup di pertigaan Village Wayang Windu – Desa Margamukti – Pabrik teh Kertamanah, ambil jalan mengarah Village Wayang Windu, ikuti jalan hingga jalannya mentok, akhirnya ikuti jalan yang sedikit berbelok kearah kanan mengarah banjaran perbukitan. Kondisi jalan dari Village Wayang Windu hingga ke sumber produksi yang dekat dengan Situ Aul. Kondisi jalan di sini cukup baik dengan a aspal yang masih mulus. Tidak asing selepas melewat Village Wayang Windu, jalan akan kembali menysuri pipa geothermal di sisi kanan sementara di sisi kiri jalan adalah lahan pertanian orang sekaligus lansekap Kota Pangalengan lengkap dengan Situ Cileunca dengan Situ Panunjang.

SITU AUL 8 JUNI 2014-Bandung-Adventure-Lakes, Rivers, and Waterfalls-Dya Iganov

SITU AUL

Kondisi jalan selepas Village Wayang Windu akan sedikit menanjak dengan lebar jalan yang cukup luas, tidak terlalu banyak tikungan tajam, lansekap ke cita-cita Pangalengan akan sangat jelas. Dinding tebing Gunung Wayang, Windu, dengan Bukit Bedil pun akan tampak dengan bahana di sisi lain dari jalan ini. Lokasi Situ Aul dengan jua jalan mengarah Situ Aul tentu memutari Gunung Wayang, Gunung Windu, dengan Bukit Bedil apabila datang dari cita-cita Situ Cisanti. Situ Cisanti melahirkan mata cecair dari Sungai Citarum yang berada di kaki Gunung Wayang. Lokasi dengan arah mengarah Situ Aul tidak terlalu sulit, bahkan ihwal jalannya pun telah sangat baik tetapi tidak sarwa penduduk mengetahui keberadaan Situ Aul. Warga Desa Margamukti dengan karyawan Star Energi mungkin telah mengetahui area Situ Aul, tetapi di luar babakan tersebut, bagaikan di Desa Wanasuka, Desa Sukaratu, Desa Tarumajaya dengan sekitarnya cuma sedikit yang mengetahui keberadaan Situ Aul.

Patokan terakhir untuk mengarah Situ Aul adalah sumber produksi geothermal Wayang Windu yang berada di kaki Gunung Gambungsedaningsih. Lokasi pos ini berada benar di ujung jalan yang jua melahirkan jalan buntu. Kendaraan boleh di parkir dengan dititipkan di ambang gerbang masuk sumber produksi. Untuk mencapai Situ Aul, saya cuma tinggal mengikuti jalan setapak benar di sisi kanan gerbang sumber dengan cuma memerlukan tempo sekeliling 10 menit untuk cukup di ujung situ. Beberapa penduduk di daerah ini ada jua yang menyebut Situ Aul dengan Danau Aul. Jalur trekking dari gerbang sumber produksi mengarah Situ Aul melahirkan jalur cerang orang yang telah cukup jelas, tetapi karena tentu jarang sekali dikunjungi oleh orang, jalur di ujung cerang dengan tepian Situ Aul sedikit tertutup dengan cuma terlihat saluran cecair dengan ihwal yang cukup baik. Rumput dengan semak belukar di areal ini boleh setinggi orang kala dengan ada kaum bagian yang tidak rata, sehingga harus berhati-hati melangkah biar tidak masuk ke dalam parit halus saluran cecair mengarah cerang di sisi Situ Aul.

Air di Situ Aul berwarna tosca apabila dilihat dari kejauhan bila sedikit mendung dengan akan berwarna biru terang pada era terik. Pepohonan di sebulatan Situ Aul, terutama yang langsung mengarah ke Gunung Gambungsedaningsih sebagian besarnya ditumbuhi lumut. Hal ini menandakan bahwa sinar matahari jarang menmbus areal tersebut. Ketika kabut turun, sinar matahari menghilang, maka suasana misterius akan tercipta di areal sekeliling Situ Aul. Suasana tersebut didukung dengan keadaan di sekeliling danu yang tentu sangat sepi, hampir tidak ada orang karena cuma berupa cerang dengan asing dari permukiman. Terkadang, suara dari sumber produksi yang disalurkan ke dalam pipa-piap geothermal mengeluarkan suara yang tidak biasa terdengar dibiaskan oleh angin. Di sisi suasana misterius dengan cerita-cerita mitos lainnya, suasana di Situ Aul sangat cocok bagi yang mencari area untuk bahan darmawisata yang masih sangat alami dengan masih sepi.

Perjalanan pulang kali ini abdi memilih untuk mengikuti arah mengarah Pangalengan. Dari Situ Aul, ikuti jalan mengarah Village Wayang Windu akhirnya ambil jalan mengarah bengkel teh Kertamanah benar di pertigaan di ambang Village Wayang Windu. Jarak dari pertigaan Village Wayang Windu mengarah pabrikteh Kertamanah tidak terlalu asing dengan tidak terlalu sulit. Jalannya telah cukup lebar, datar, ihwal aspal masih sangat baik, berada di antara koloni penduduk, terdapat lampu iluminasi jalan meskipun melahirkan bagian dari lampu halaman rumah penduduk. Meskipun telah cukup lengkap, tetapi bila menjelang sore hari, suasananya akan sangat sepi. Jalan mengarah Pangalengan cukup mudah, cuma tinggal mengikuti jalan utama dengan ihwal aspal yang sangat baik. Berdasarkan papan keterangan yang berada di gerbang masuk perkebunan Kertamanah, jarak dari gerbang mengarah bengkel teh Kertamanah kurang lebih 8 Km. Kondisi jalan kekal 8 Km boleh dikatakan sangat baik, medan jalan dengan tikungan yang tidak terlalu berat, lansekap perkebunan teh Kertamanah dengan latar belakang jalur pipa geothermal Wayang-Windu, bentuk dengan susunan tanaman di areal perkebunan yang menciptkan bentuk abstrak yang cukup unik, barisan pegunungan di Selatan Kabupaten Bandung bagaikan Gunung Gambungsedaningsih, Bukit Bedil, Gunung Windu, Gunung Wayang, Gunung Papandayan dengan Gunung Kendang di kejauhan jadi hidangan lansekap yang akan dilihat hingga keluar dari areal perkebunan.

Jalur dengan areal perkebunan Kertamanah ini melahirkan jalur cepat, karena alternatif lainnya ialah kembali ke Situ Cicoledas dengan Desa Sukaratu akhirnya mengikuti jalur utama Pangalengan-Ciparay-Majalaya dengan pintu perkebunan PTPN VIII Kebun Malabar dengan akhirnya dilanjutkan dengan Pasar Pangalengan. Posisi pertigaan perkebunan Kertamanah terletak sebelum bundaran Pangalengan (apabila datang dari cita-cita Banjaran) dengan papan penunjuk areal PTPN VIII Kebun Kertamanah terpampang bahana di pinggir jalan.

SITU AUL

CATATAN PERJALANAN

RUTE PERGI

Bandung – Desa Sapan – Kecamatan Majalaya – Kecamatan Ciparay – Kecamatan Pacet – Desa Cibeureum – Kecamatan Kertasari – Desa Tarumajaya – Situ Cisanti – Perkebunan teh Kertasari – Desa Citawa – Desa Santosa – Pabrik teh Kertasari – Desa Wanasuka – Pabrik teh Malabar – Pertigaan Objek Wisata Cibolang – Situ Cicoledas – Desa Sukaratu – Desa Margamukti –Kampung Cibitung – Sumur produksi Star Energy – Situ Aul

Rute Pulang

Situ Aul – Sumur produksi Star Energy – Kampung Cibitung – Desa Margamukti – Pabrik Teh Kertamanah – Perkebunan Kertamanah – Kecamatan Pangalengan – Desa Cimaung – Kecamatan Banjaran – Kecamatan Baleendah - Bandung

Waktu Tempuh

08.00 – 10.00 Bandung – Pacet

10.00-11.00 Pacet – Situ Cisanti

11.00-13.00 Situ Cisanti – Village Wayang Windu

13.00-13.30 Village Wayang Windu – Situ Aul

13.30-15.30 Situ Aul

15.30-17.00 Perkebunan Kertamanah

17.00-17.30 Perkebunan Kertamanah – Pangalengan

17.30-19.00 Pangalengan – Banjaran

19.00-20.30 Banjaran – Bandung.

Demikian penjelasan perihal "SITU AUL 8 JUNI 2014". semoga info ini berfaedah bagi Anda semua. salam

Sumber artikel https://journesia.com/story/situ-aul-8-juni-2014/

Artikel Terkait

Berikanlah komentar Anda dengan bahasa yang sopan, santun, singkat dan mudah dipahami.
EmoticonEmoticon