Selasa, 13 November 2018

Apa yang ada di benak anda ketika mendengar kata sampah?

Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar kata sampah?, pertanyaan itu terdengar saat Kang Juandi membuka sesi diskusi mengenai makna sampah di masyarakat dalam pelatihan pengelolaan sampah hingga bisa membentuk Bank Sampah di RW 02 Desa Cikembang Kec. Kertasari Kab.Bandung.

ketika mendengar kata sampah

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan para pemuda yang tergabung dalam Ecovilage kecamatan Kertasari. Hadir dalam acara tersebut Bapak Nyanjang Suherman (ketua RT 01/02), Maman Setiawan (Ketua Karang Taruna Desa Cikembang), perwakilan pemuda dari tiap RW, para tokoh serta masyarakat sekitar dan para ibu rumah tangga yang tampak semangat mengikuti kegiatan tersebut.

Apa yang ada di benak anda ketika mendengar kata sampah?

Dalam pemaparannya Kang Juandi mengajak masyarakat untuk memandang SAMPAH ini bukan lagi Masalah atau sebagai sesuatu yang tidak ada manfaatnya, namun penting sekali memaknai sampah di zaman sekarang ini sebagai bagian dari barokah serta anugerah yang diberikan oleh Gusti Allah Subhanahu Wata’ala.

Sampah yang selama ini dianggap sebagai sumber masalah ternyata memiliki nilai lebih apabila dikelola dengan pengelolaan yang baik dan fokus oleh semua elemen masyarakat. Terutama sampah yang dihasilkan dari rumah tangga.

Selanjutnya Kang Juandi menanyakan kepada para peserta mengenai cara membuang sampah yang sudah dan selalu dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga dan masyarakat umum di RW 02 ini selama ini.

Rata-rata mereka menggambarkan cara membuang sampah selama ini yaitu dengan cara membuangnya ke tempat pembuangan sampah yang ada di RW 02 tanpa memisahkan antara organik dan non organik, semuanya dicampur jadi satu dalam satu wadah dan dicampakan begitu saja ditempat pembuangan sampah.

Selanjutnya Ia menjelaskan pentingnya mengelola sampah, bukan karena didalamnya ada nilai ekonomis, tetapi lebih penting dari pada itu, bagaimana masyarakat bisa menjaga lingkungan ini sehingga menjadi lebih ramah dan bersih serta nyaman untuk ditinggali.

Setelah sesi penjelasan mengenai pentingnya mengelola sampah dengan benar oleh Kang Juandi, acara dilanjutkan dengan penjelasan alur atau proses yang harus dilakukan oleh masyarakat untuk menjuju Bank Sampah. Saudari Aiie Putri Sunda Adka salah seorang penggerak lingkungan dari Institut Gunung Wayang (IGW) memaparkan hal itu dengan mengambil sampel dari pengalamanya ketika bekerja untuk membentuk Bank sampah di Kp. Ranca, Desa Tarumajaya yang sampai saat ini masih berjalan dengan konsisten.

Diakhir acara semua peserta dengan semangat menyepakati Rencana Kegiatan Tindak Lanjut dengan agenda acara belajar lanjutan untuk mengenal lebih dalam dan cara memilah sampah.

Artikel Terkait

Berikanlah komentar Anda dengan bahasa yang sopan, santun, singkat dan mudah dipahami.
EmoticonEmoticon