Senin, 26 Agustus 2019

Suharno Tinjau Situ Cisanti, Pastikan Kesiapan Tur Citarum | Gunung Wayang

Hallo.., al-hamdulillah kita bisa bertemu kembali disini, semoga kita senantiasa diberi kesehatan Oleh Tuhan. Sesi kali ini akan menjelaskan tema mengenai "gunung wayang , Suharno Tinjau Situ Cisanti, Pastikan Kesiapan Tur Citarum". ayo simak selengkapnya...

Suharno Tinjau Situ Cisanti, Pastikan Kesiapan Tur Citarum

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mayjen (Purn) Suharno menyambangi titik 0 kilometer Sungai Citarum yang berada di Situ Cisanti. Kunjungan Suharno ke kaki Gunung Wayang ini dilakukan guna mempersiapkan pelaksanaan aksi Tur Citarum yang bakal digelar pada waktu dekat ini.

Suharno dibuat takjub dengan keindahan alam yang ditawarkan Situ Cisanti yang berketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut. Ia berharap Situ Cisanti terus dikembangkan oleh pihak-pihak terkait sehingga semakin dikenal asosiasi dan menjadi salah satu tujuan pelawat terbaik di Bandung.

"Situ Cisanti sudah dikelola dengan baik, menurut saya ini merupakan alam percontohan pengelolaan sungai Citarum yang berhasil," perkataan Suharno kepada Jitunews.com, Kamis (21/2).

Ini 4 Etape Tur Citarum yang Digagas Suharno
Kata Suharno, akal restorasi titik 0 kilometer Citarum sudah berhasil. Ke depan PR bersama merupakan membenahi sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Citarum batas ke hilir.
"Dulu, salah satu permasalahan yang membuat Sungai Citarum kondisi air maupun ekosistem yang ada di sekitarnya merupakan rusaknya alam hulu atau nol kilometer Citarum, tepatnya berada Situ Cisanti," imbuh Suharno.

Suharno menambahkan, keberhasilan restorasi titik 0 kilometer Citarum tidak lepas dari kerja keras Kodam III/Siliwangi. Setidaknya ada 7 akal yang dilakukan untuk pembaruan Situ Cisanti, mulai dari pembersihan eceng gondok batas relokasi perumahan warga. Selain itu, Kodam Siliwangi juga melakukan program reforestasi 80.000 hektare alam konservasi, serta upaya-upaya lainnya.


Demikian detil tentang "Suharno Tinjau Situ Cisanti, Pastikan Kesiapan Tur Citarum". semoga artikel ini menambah wawasan buat Kita semua. terima kasih

Sumber artikel https://www.jitunews.com/read/96167/suharno-tinjau-situ-cisanti-pastikan-kesiapan-tur-citarum

Pemkab Bandung Wacanakan Gunung Wayang Jadi Taman Hutan Raya - Tribun Jabar | Rute Situ Cisanti

Pemkab Bandung Wacanakan Gunung Wayang jadi Taman Hutan Raya - Tribun Jabar

Hallo.., al-hamdulillah kita bisa bersua lagi disini, mudah-mudahan kita selamanya diberi kesehatan Oleh Allah swt. Dalam artikel ini akan menjelaskan tema tentang "rute situ cisanti, Pemkab Bandung Wacanakan Gunung Wayang jadi Taman Hutan Raya - Tribun Jabar". mari simak selengkapnya...

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Pemkab Bandung mewacanakan mengubah status Gunung Wayang menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Namun wacana tersebut lagi membutuhkan amatan menurut komprehensif dari sarwa stakeholder.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Teddy Kusdiana, berhenti acara Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kawasan Pelestarian Alam di Kabupaten Bandung di Bale Winaya Soreang jumlah waktu lalu.

Pemkab Bandung Wacanakan Gunung Wayang jadi Taman Hutan Raya - Tribun Jabar

"Tentunya ini memerlukan kajian-kajian yang lebih mendalam, komprehensif dan integral dari sarwa stakeholder," ujarnya.

Kajian ini sangat diperlukan, agar pada saat tahura ini terbentuk, pengelolaannya lebih terpadu serta berbasis ekonomi kerakyatan. Menurutnya andaikan pemerintah pusat mendukung wacana ini, dan menunjuk otoritas pengelola yang ditentukan melalui peraturan perundangan, maka pengelolaannya diharapkan akan lebih terpadu.

"Intinya, merubah status akan tetapi perekonomian dan penghidupan masyarakat akan tetap terjamin dan menjadi prioritas," katanya.

Tukang Ledeng dari Kabupaten Bandung jadi Juara Umum Porpamda VI Jawa Barat

Wacana ini juga lagi terkait dengan upaya pemulihan Sungai Citarum hingga harus disikapi bersama akibat sarwa pemangku kepentingan. Terlebih lagi siap delapan daerah tingkat II metropolis yang dilintasi sungai tersebut, ialah Kabupaten Bandung, Sumedang, Cianjur, Purwakarta, Bogor dan Karawang serta Kota Bandung dan Cimahi.

"Jadi harus siap intervensi pemerintah pusat dan provinsi baik dari segi anggaran, kearifan maupun peraturan, dan harus dilaksanakan menurut bersama-sama akibat sarwa stakeholder dan masyarakat," tuturnya.

Pemkab Bandung Wacanakan Gunung Wayang jadi Taman Hutan Raya - Tribun Jabar

Menurutnya Bupati Bandung Dadang Naser kerap mengimbau penduduk terutama karet petani di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, untuk memperhatikan pola tanam. Seperti lahan di kemiringan harus siap sengkedan, tidak menanam sayuran di kemiringan lebih dari 30 derajat.

"Kemudian pengaturan pola tanam dengan memperhatikan sabuk gunung ialah dengan menanam pohon keras. Pola tanam ini menurut teknis diberikan akibat penyuluh-penyuluh pertanian. Jadi poin pentingnya pertanian jalan, kelestarian bidang juga tetap terjaga," ungkapnya.

Oke detil perihal "Pemkab Bandung Wacanakan Gunung Wayang jadi Taman Hutan Raya - Tribun Jabar". mudah-mudahan artikel ini berfaedah buat Kamu semua. salam

Sumber artikel https://jabar.tribunnews.com/2019/06/28/pemkab-bandung-wacanakan-gunung-wayang-jadi-taman-hutan-raya

Situ Cisanti, Danau Eksotis Dan Misterius Di Antara Perkebunan Teh | Good News From Indonesia | Bale Sawala

Situ Cisanti, Danau Eksotis dan Misterius Di antara Perkebunan Teh | Good News from Indonesia

Hi.., al-hamdulillah kita bisa berjumpa kembali disini, mudah-mudahan kita senantiasa diberi kesehatan Oleh Tuhan. Dalam artikel ini akan dibahas tema mengenai "bale sawala, Situ Cisanti, Danau Eksotis dan Misterius Di antara Perkebunan Teh | Good News from Indonesia". yuk pelajari selengkapnya...

Liburan belakang pekan ditambah dengan libur tanggal merah ialah tempo yang benar buat jurus keluar dari lingkungan perkotaan dan mencari udara segar. Beberapa tempat wisata menjadi incara, namun pilihan akhirnya jatuh atas Situ Cisanti. Ini kali kedua saya mengunjungi Situ Cisanti. Dibandingkan dengan situ (danau) lainnya di kawasan Bandung sekitar, nama Situ Cisanti memang masih kalah pamor. Tapi jangan salah, keindahan Situ Cisanti tak kalah dengan situ-situ lainnya. Ketika berkunjung kesini, para pengunjung akan disuguhi dengan pemandangan rimbun pepohonan serta air telaga yang jernih.

Tidak sulit buat menemukan lokasi Situ Cisanti, saya bisa memanfaatkan teknologi navigasi daring seperti Google Map atau Waze. Ada gaba-gaba yang menandakan bahwa saya telah tiba di Situ. Jangan khawatir andaikata membawa kenderaan akibat ada penitipan motor dan juga helm di dekat gaba-gaba masuk. Harga tiket bersetuju juga realtif murah, yaitu seputar 12 ribu ditambah parkir motor lima ribu rupiah. Harga tersebut sudah termasuk biaya buat ngecamp loh. Fasilitas yang disediakan juga cukup lengkap, berangkat dari toilet, mushola, dan juga warung. Setidaknya hal inilah yang juga membuat Dwi, mahasiswa asal Yogyakarta yang sedang berkunjung ke Situ Cisanti, merasa betah.

“Fasilitas yang ada cukup bulat buat ukuran tempat wisata yang terletak jauh dari kota, jadi pengunjungnya nyaman,” ujar Dwi.

Suasana Camping di bibir Situ Cisanti, Sumber: Dokumentasi Pribadi
Suasana Camping di bibir Situ Cisanti, Sumber: Dokumentasi Pribadi

Selesai membayar karcis, akibat hari sudah berangkat gelap kami langsung menyusuri daerah sebelit situ buat membangun tenda. Ternyata kami tidak sendiri, sudah ada tenda yang ada benar berhadapan dengan Situ Cisanti. Usai mendirikan tenda kami berangkat menghunus pernekalan, dan camping ceria pun di mulai. Pada malam hari udara sejuk berangkat terasa sayangnya akibat tempo itu cuaca lagi mendung sehingga bintang di langit malam tidka terlihat.

Keesokan paginya mengelilingi Situ Cisanti merupakan kegiatan pertama dan wajib dilakukan. Kawasan yang memegang luas areal seputar 10 hektar ini juga terkenal dengan tujuh alat penglihat air. Ketujuh alat penglihat air tersebut ialah alat penglihat air Pangsiraman, Cikoleberes, Cikawadukan, Cikahuripan, Cisadane, Cihaniwung, dan Cisanti. Dari ketujuh alat penglihat air ini lah sumber aliran Sungai Citarum yang mengalir disekitaran daerah Jawa Barat. Mata air ini dijaga oleh juru kunci, jadi andaikata ada pengunjung yang ingin mengunjungi alat penglihat air kudu seizing juru kunci. Menurut Ade, warga setempat, air dari Situ Cisanti dipercaya memegang banyak khasiat.

“Neng, kalau mau bisa mandi di kolam alat penglihat air. Banyak yang asal kesini buat mandi di alat penglihat air biar keinginannya tercapai. Paling bagus juga malam Jumat,” Ujar Ade.

Bapak yang juga sehari-hari bekerja sebagai orang tani ini mendeskripsikan perihal alat penglihat air yang dipercaya banyak orang punya khasiat tertentu. Ia menambahkan banyak “orang bakir dari kota” yang secara rutin mengunjungi alat penglihat air. Selain bisa mandi, air dari alat penglihat air juga dapat di bawa pulang.

Perkebunan teh sepanjang perjalanan menuju Situ Cisanti, Sumber: Dok. Pribadi
Perkebunan teh sepanjang perjalanan menuju Situ Cisanti, Sumber: Dok. Pribadi

Situ Cisanti terletak di kaki Gunung Wayang, Pangalengan. Secara administratif, situ ini berada di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, kabupaten Bandung, Jawa Barat. Selain Gunung Wayang, Situ Cisanti juga dikelilingi oleh gunung lainnya seperti Gunung Rakutak, Gunung Malabar, Bukit Bedil dan Gunung Kendang. Untuk tiba di Situ Cisati, membutuhkan tempo seputar 2 jam dari Kota Bandung andaikata tidak macet. Sebenarnya ada dua jalur yang dapat ditempuh, pertama jalur Alun-Alun Ciparay. Dari terminal Ciparay, saya bisa mengambil jalan menuju Kecamatan Pacet menuju arah Kecamatan Kertasari. Tersedia kenederaan umum di jalur Kertasari. Namun sisa perjalanan saya kudu menggunakan ojek. Akan kian encer andaikata membawa kenderaan pribadi. Namun yang kudu diperharikan biarpun jalur ini relative kian cepat, tapi sangat bertambah dengan beberapa bagian jalan yang rusak. Pertama kali saya ke Cisanti, saya melewati jalur ini. Berhubung mobil yang kami kenderai saat itu termasuk bagian mobil ukuran kecil, ada eka api fokus di mana kami kudu turun akibat tanjankan yang terjal.

jalan ke Situ Cisanti melewati salah eka bengkel gula di Pangalengan, Sumber: Dok. Pribadi
jalan ke Situ Cisanti melewati salah eka bengkel gula di Pangalengan, Sumber: Dok. Pribadi

Jalur alternatif lainnya yang saya sarankan ialah melalui Pangalengan. Meskipun agak memutar, jalur ini menyajikan pendangan yang sangat indah. Jalur ini juga yang saya pilih ketika berkunjung ke Situ Cisanti buat kedua kalinya. Barisan kebun teh yang dikelilingi pegunungan serta kabut yang berangkat turun menemani perjalanan menuju Situ Cisanti. Sepanjang jalan banyak bunga barbar berwarna-warni yang tumbuh. Ditambah lagi dengan bangunan-bangunan tua dengan desain khas warisan Belanda. Perkebunan teh yang kami lewati milik beberapa perusahaan, seperti perkebunan dan bengkel teh Malabar, Pasir Junghun, Taloon, dan Teh Talun Sentosa.

Sekian pembahasan tentang "Situ Cisanti, Danau Eksotis dan Misterius Di antara Perkebunan Teh | Good News from Indonesia". mudah-mudahan artikel ini berfaedah bagi Kita semua. salam

Sumber artikel https://www.goodnewsfromindonesia.id/2016/12/28/situ-cisanti-danau-eksotis-dan-misterius-di-antara-perkebunan-teh

SITU AUL 8 JUNI 2014 | Perkebunan Teh

SITU AUL 8 JUNI 2014

Hi.., al-hamdulillah kita bisa bersua lagi disini, semoga kita senantiasa diberi kesehatan Oleh Tuhan. Pada kesempatan ini akan membawakan tema tentang "perkebunan teh, SITU AUL 8 JUNI 2014". ayo kaji selengkapnya...

Secara administratif, Situ Aul berada di Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Cukup alot untuk menemukan informasi perincian mengenai Situ Aul, baik berupa litelatur, maupun keterangan teknisnya. Untuk mencapai Situ Aul patokan yang paling mudah adalah Sumur Produksi Geothermal Wayang-Windu yang jalan masuknya searah dengan Village

Wayang-Windu di Desa Margamukti. Patokan ke-2 adalah bengkel teh Kertamanah di Desa Margamukti. Apabila patokan saya adalah Pabrik Teh Kertamanah, maka untuk mengarah Situ Aul bila dari cita-cita Pangalengan adalah terus mengikuti jalan mengarah Village Wayang-Windu. Tetapi bila masuk dari daerah Kertasari, maka di pertigaan yang benar berada di ambang mess, ambil jalan yang mengarah mess yang otomatis bertolak belakang dengan jalan yang mengarah bengkel teh Kertamanah. Setelah melalui Village Wayang-Windu ambil jalan mengarah Kampung Cibitung hingga ke sumber produksi benar di kaki Gunung Gambungsedaningsih dengan Datar Anjing. Berikut pilihan akses mengarah Situ Aul:

Ciparay – Pacet –Kertasari- Situ Cisanti Perkebunan Teh Kertasari – Perkebunan Teh Malabar – Desa Wanasuka – Perkebunan Teh Malabar – Situ Cicoledas – Desa Sukaratu – Desa Margamukti – Perkebunan Teh Kertamanah – Village Wayang-Windu – Kampung Cibitung – Sumur Produksi Wayang Windu – Situ Aul

Pangalengan – Perkebunan Teh Kertamanah – Desa Margamukti – Pabrik Teh Kertamanah – Village Wayang Windu – Kampung Cibitung – Sumur produksi – Wayang Windu – Situ Aul

Lokasi Situ Aul yang sedikit tersembunyi dengan asing dari bahan darmawisata manapun, menjadikannya cukup alot ditemukan dengan masih jarang yang tau keberadaannya kecuali asosiasi yang tinggal di sekeliling Pangalengan dengan Kertasari. Situ Aul berada pada ketinggian 2115 mdpl dengan berada benar di kaki Gunung Gambungsedaningsih (2885 mdpl).

Perjalanan kali ini dimulai dari Kecamatan Ciparay mengarah Kecamatan Kertasari. Rute ini melahirkan arah yang sama apabila akan mengarah Situ Cisanti. Tepat sebelum memasuki areal bahan darmawisata Situ Cisanti, sebenarnya ada jalan potong yang nantinya akan langsung berlubang di dekat Situ Aul, cuma saja ihwal jalannya melahirkan jalan perkerasan batu dengan apabila hujan akan jadi lumpur. Berhubung kali ini abdi cuma fokus untuk mencari Situ Aul, maka abdi memutuskan untuk mengambil arah utama, ialah melalui Situ Cisanti, Perkebunan teh Kertasari, Desa Citawa, Desa Wanasuka hingga ke Situ Aul. Kondisi jalannya, masih sama bagaikan perjalanan abdi ke Situ Cisanti pada bulan Januari 2014 lalu. Kondisi jalan yang sangat baik akan saya temui mulai dari pintu masuk bahan darmawisata Situ Cisanti hingga batas perkebunan teh Kertasari dengan Desa Wanasuka dengan Desa Citawa. Yang membedakan adalah ihwal jalan dari Desa Wanasuka hingga Situ Cicoledas yang asing lebih jelek dari sebelumnya. Kondisi jalan akan sedikit membaik saat mendekati persimpangan yang mengarah ke bahan darmawisata cecair panas Cibolang dengan yang mengarah ke Pintu Gerbang PTPN VII.

Apabila menggunakan jaluur dari Situ Cisanti, maka, benar selepas melalui Situ Cicoledas, maka ambil jalan ke kiri. Setelah Situ Cicoledas, ada pertigaan tanpa papan penunjuk cita-cita yang cukup besar. Kondisi jalan selepas mengambil cita-cita hindar dari jalan utama akan cukup rusak. Jalan yang dilalui merupai jalan perkebunan dengan perkerasan batu. Sepanjang jalan tidak akan ditemui koloni penduduk. Jalur ini jua melahirkan jalur pipa geothermal Wayang-Windu serta kaum sumber produksi. Permukiman orang terdekat adalah Desa Margamukti yang berjarak sekeliling 10 Km dari pertigaan Situ Cicoledas. Jalur ini jua melahirkan jalur bersepeda di kawasan perkebunan Malabar. Bila telah menjelang sore hari, sebaiknya tidak melalui jalur ini, terlebih lagi seorang diri karena tingkat kriminalitas di daerah ini masih cukup tinggi. Kondisi jalan yang rusak, tidak ada penerangan, asing dari koloni penduduk, areal sekeliling cuma berupa perkebunan teh dengan jalur pipa geothermal, ditambah faktor kabut tebal dengan curah hujan yang cukup tinggi di areal ini akan cukup menyulitkan apabila terjadi hal yang darurat.

Sepanjang jalan dari Situ Cicoledas hingga Desa Margamukti akan cukup banyak persimpangan jalan, baik yang mengarah koloni orang atau mengarah sumur-sumur geothermal. Kondisi jalan akan kembali jadi aspal yang masih bagus saat memasuki Desa Margamukti. Tidak terlalu banyak medan yang berat serta tikungan tajam, jalannya cuma sedikit berkelok-kelok. Pemandangan didominasi oleh hamparan perbukitan perkebunan teh dengan jua pipa-pipa geothermal. Setelah cukup di pertigaan Village Wayang Windu – Desa Margamukti – Pabrik teh Kertamanah, ambil jalan mengarah Village Wayang Windu, ikuti jalan hingga jalannya mentok, akhirnya ikuti jalan yang sedikit berbelok kearah kanan mengarah banjaran perbukitan. Kondisi jalan dari Village Wayang Windu hingga ke sumber produksi yang dekat dengan Situ Aul. Kondisi jalan di sini cukup baik dengan a aspal yang masih mulus. Tidak asing selepas melewat Village Wayang Windu, jalan akan kembali menysuri pipa geothermal di sisi kanan sementara di sisi kiri jalan adalah lahan pertanian orang sekaligus lansekap Kota Pangalengan lengkap dengan Situ Cileunca dengan Situ Panunjang.

SITU AUL 8 JUNI 2014-Bandung-Adventure-Lakes, Rivers, and Waterfalls-Dya Iganov

SITU AUL

Kondisi jalan selepas Village Wayang Windu akan sedikit menanjak dengan lebar jalan yang cukup luas, tidak terlalu banyak tikungan tajam, lansekap ke cita-cita Pangalengan akan sangat jelas. Dinding tebing Gunung Wayang, Windu, dengan Bukit Bedil pun akan tampak dengan bahana di sisi lain dari jalan ini. Lokasi Situ Aul dengan jua jalan mengarah Situ Aul tentu memutari Gunung Wayang, Gunung Windu, dengan Bukit Bedil apabila datang dari cita-cita Situ Cisanti. Situ Cisanti melahirkan mata cecair dari Sungai Citarum yang berada di kaki Gunung Wayang. Lokasi dengan arah mengarah Situ Aul tidak terlalu sulit, bahkan ihwal jalannya pun telah sangat baik tetapi tidak sarwa penduduk mengetahui keberadaan Situ Aul. Warga Desa Margamukti dengan karyawan Star Energi mungkin telah mengetahui area Situ Aul, tetapi di luar babakan tersebut, bagaikan di Desa Wanasuka, Desa Sukaratu, Desa Tarumajaya dengan sekitarnya cuma sedikit yang mengetahui keberadaan Situ Aul.

Patokan terakhir untuk mengarah Situ Aul adalah sumber produksi geothermal Wayang Windu yang berada di kaki Gunung Gambungsedaningsih. Lokasi pos ini berada benar di ujung jalan yang jua melahirkan jalan buntu. Kendaraan boleh di parkir dengan dititipkan di ambang gerbang masuk sumber produksi. Untuk mencapai Situ Aul, saya cuma tinggal mengikuti jalan setapak benar di sisi kanan gerbang sumber dengan cuma memerlukan tempo sekeliling 10 menit untuk cukup di ujung situ. Beberapa penduduk di daerah ini ada jua yang menyebut Situ Aul dengan Danau Aul. Jalur trekking dari gerbang sumber produksi mengarah Situ Aul melahirkan jalur cerang orang yang telah cukup jelas, tetapi karena tentu jarang sekali dikunjungi oleh orang, jalur di ujung cerang dengan tepian Situ Aul sedikit tertutup dengan cuma terlihat saluran cecair dengan ihwal yang cukup baik. Rumput dengan semak belukar di areal ini boleh setinggi orang kala dengan ada kaum bagian yang tidak rata, sehingga harus berhati-hati melangkah biar tidak masuk ke dalam parit halus saluran cecair mengarah cerang di sisi Situ Aul.

Air di Situ Aul berwarna tosca apabila dilihat dari kejauhan bila sedikit mendung dengan akan berwarna biru terang pada era terik. Pepohonan di sebulatan Situ Aul, terutama yang langsung mengarah ke Gunung Gambungsedaningsih sebagian besarnya ditumbuhi lumut. Hal ini menandakan bahwa sinar matahari jarang menmbus areal tersebut. Ketika kabut turun, sinar matahari menghilang, maka suasana misterius akan tercipta di areal sekeliling Situ Aul. Suasana tersebut didukung dengan keadaan di sekeliling danu yang tentu sangat sepi, hampir tidak ada orang karena cuma berupa cerang dengan asing dari permukiman. Terkadang, suara dari sumber produksi yang disalurkan ke dalam pipa-piap geothermal mengeluarkan suara yang tidak biasa terdengar dibiaskan oleh angin. Di sisi suasana misterius dengan cerita-cerita mitos lainnya, suasana di Situ Aul sangat cocok bagi yang mencari area untuk bahan darmawisata yang masih sangat alami dengan masih sepi.

Perjalanan pulang kali ini abdi memilih untuk mengikuti arah mengarah Pangalengan. Dari Situ Aul, ikuti jalan mengarah Village Wayang Windu akhirnya ambil jalan mengarah bengkel teh Kertamanah benar di pertigaan di ambang Village Wayang Windu. Jarak dari pertigaan Village Wayang Windu mengarah pabrikteh Kertamanah tidak terlalu asing dengan tidak terlalu sulit. Jalannya telah cukup lebar, datar, ihwal aspal masih sangat baik, berada di antara koloni penduduk, terdapat lampu iluminasi jalan meskipun melahirkan bagian dari lampu halaman rumah penduduk. Meskipun telah cukup lengkap, tetapi bila menjelang sore hari, suasananya akan sangat sepi. Jalan mengarah Pangalengan cukup mudah, cuma tinggal mengikuti jalan utama dengan ihwal aspal yang sangat baik. Berdasarkan papan keterangan yang berada di gerbang masuk perkebunan Kertamanah, jarak dari gerbang mengarah bengkel teh Kertamanah kurang lebih 8 Km. Kondisi jalan kekal 8 Km boleh dikatakan sangat baik, medan jalan dengan tikungan yang tidak terlalu berat, lansekap perkebunan teh Kertamanah dengan latar belakang jalur pipa geothermal Wayang-Windu, bentuk dengan susunan tanaman di areal perkebunan yang menciptkan bentuk abstrak yang cukup unik, barisan pegunungan di Selatan Kabupaten Bandung bagaikan Gunung Gambungsedaningsih, Bukit Bedil, Gunung Windu, Gunung Wayang, Gunung Papandayan dengan Gunung Kendang di kejauhan jadi hidangan lansekap yang akan dilihat hingga keluar dari areal perkebunan.

Jalur dengan areal perkebunan Kertamanah ini melahirkan jalur cepat, karena alternatif lainnya ialah kembali ke Situ Cicoledas dengan Desa Sukaratu akhirnya mengikuti jalur utama Pangalengan-Ciparay-Majalaya dengan pintu perkebunan PTPN VIII Kebun Malabar dengan akhirnya dilanjutkan dengan Pasar Pangalengan. Posisi pertigaan perkebunan Kertamanah terletak sebelum bundaran Pangalengan (apabila datang dari cita-cita Banjaran) dengan papan penunjuk areal PTPN VIII Kebun Kertamanah terpampang bahana di pinggir jalan.

SITU AUL

CATATAN PERJALANAN

RUTE PERGI

Bandung – Desa Sapan – Kecamatan Majalaya – Kecamatan Ciparay – Kecamatan Pacet – Desa Cibeureum – Kecamatan Kertasari – Desa Tarumajaya – Situ Cisanti – Perkebunan teh Kertasari – Desa Citawa – Desa Santosa – Pabrik teh Kertasari – Desa Wanasuka – Pabrik teh Malabar – Pertigaan Objek Wisata Cibolang – Situ Cicoledas – Desa Sukaratu – Desa Margamukti –Kampung Cibitung – Sumur produksi Star Energy – Situ Aul

Rute Pulang

Situ Aul – Sumur produksi Star Energy – Kampung Cibitung – Desa Margamukti – Pabrik Teh Kertamanah – Perkebunan Kertamanah – Kecamatan Pangalengan – Desa Cimaung – Kecamatan Banjaran – Kecamatan Baleendah - Bandung

Waktu Tempuh

08.00 – 10.00 Bandung – Pacet

10.00-11.00 Pacet – Situ Cisanti

11.00-13.00 Situ Cisanti – Village Wayang Windu

13.00-13.30 Village Wayang Windu – Situ Aul

13.30-15.30 Situ Aul

15.30-17.00 Perkebunan Kertamanah

17.00-17.30 Perkebunan Kertamanah – Pangalengan

17.30-19.00 Pangalengan – Banjaran

19.00-20.30 Banjaran – Bandung.

Demikian penjelasan perihal "SITU AUL 8 JUNI 2014". semoga info ini berfaedah bagi Anda semua. salam

Sumber artikel https://journesia.com/story/situ-aul-8-juni-2014/

Kamis, 15 November 2018

Jusuf Kala Pinta Tekan Laju Urbanisasi Dengan Dana Desa

Wapres Jusuf Kala Pinta Tekan Laju Urbanisasi Dengan Dana Desa hal itu ia sampaikan dalam Rakornas dan Evaluasi Program Pemberdayaan seperti yang diberitakan Kompas.Com berikut ini.

Jusuf Kala Pinta Tekan Laju Urbanisasi Dengan Dana Desa
Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim
KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta dana desa digunakan untuk menekan laju urbanisasi yang semakin tinggi. Hal itu disampaikan Kalla saat memberi sambutan pada Rapat Koordinasi Nasional dan Evaluasi Program Pemberdayaan dan Pembangunan Masyarakat Desa Tahun Anggaran 2018 di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (14/11/2018).

Kalla menambahkan, laju urbanisasi yang tinggi tercermin dari rata-rata umur petani yang semakin tua. Ia mengatakan, rata-rata umur petani saat ini meningkat dari 35 tahun menjadi 40 tahun. Karena itu dana desa harus digunakan untuk mengadakan sumber perekonomian yang menjanjikan bagi masyarakat desa sehingga penghasilan di desa sebanding dengan kota. Jika tidak, Kalla khawatir para pemuda di desa akan terus pergi ke kota untuk bekerja.

"Karena itu lah maka dana desa ini di samping untuk pembangunan infrastruktur, juga agar dilaksanakan pembangunan pertanian yang bernilai tinggi. Apakah kopi, coklat, buah-buahan, holtikultra dan sebagainya," ujar Kalla.

Ia menambahkan hal itu penting untuk segera dilakukan lantaran pendapatan masyarakat di kota jauh lebih tinggi dibandingkan dengan masyarakat desa. Di tambah pula industri semakin bertumbuh di kota yang cenderung memiliki infrstruktur penunjang yang lengkap. Dengan demikian, menurut Kalla, semakin banyak faktor penarik masyarakat desa untuk pindah ke kota.

"Dengan upah minimum sekarang ini regional, maka pendapatan buruh akan lebih besar dari pada pendapatan petani. Kalau di sekitar Jakarta, Bekasi, Tangerang, upah minimum hampir mendekati Rp 4 juta. (ada yang) Rp 3,8 juta, Rp 3,9 juta perbulan," papar Kalla.

"Sedangkan untuk menjadi petani sawah dengan lahan yang hanya 0,3 hektar dikerjakan oleh 3 orang keluarga itu dengan penghasilan kurang lebih Rp 15 juta per tahun. Maka penghasilan orang itu di bawah. Otomatis mereka akan memilih bekerja di industri yang gajinya Rp 3 juta," lanjut dia.

Ia menambahkan jika hal itu terjadi maka nantinya desa akan sepi dan kota menjadi ramai dan berpotensi banyak pengangguran.

"Kalau timbul pengangguran di perkotaan maka angka kriminalitas akan tinggi. Jadi (dana desa) menjaga keseimbangan antara kota dan desa. Karena itu maka dana desa itu dikucurkan tiap tahun akan bertambah sehingga akan terjadi suatu kemakmuran yang merata di republik ini," kata Kalla lagi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wapres Kalla Minta Dana Desa Digunakan untuk Tekan Laju Urbanisasi", https://nasional.kompas.com/read/2018/11/14/17192611/wapres-kalla-minta-dana-desa-digunakan-untuk-tekan-laju-urbanisasi. 
Penulis : Rakhmat Nur Hakim
Editor : Dian Maharani

Baca Juga: 
Dana Operasional Desa
Citarum, Daripada Pemulihan Lebih Cepat Kerusakannya

Dana Operasional Desa Dianggarkan Oleh Pemerintah Untuk Cegah Penyimpangan Dana Desa

Dana Operasional Desa Dianggarkan Oleh Pemerintah Untuk Cegah Penyimpangan Dana Desa. Mungkin ini adalah salah satu faktor yang coba disikapi oleh pemerintah.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo
KOMPAS.com/Devina Halim
KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan, pemerintah telah menyediakan dana operasional desa untuk mencegah terjadinya penyelewengan dana desa.

Hal itu disampaikan Tjahjo saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional dan Evaluasi Program Pemberdayaan dan Pembangunan Masyarakat Desa Tahun Anggaran 2018 di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (14/11/2018).

Tjahjo mengatakan, dana operasional desa merupakan dana yang diperuntukan bagi perangkat desa untuk menjalankan program-program yang bersumber dari dana desa. "Maka kami mengusulkan ada anggaran untuk kades dan perangkat desa sendiri.

Jangan sampai nanti menggunakan anggaran desa ini yang justru implikasinya ini ada temuan BPK, temuan inspektorat, temuan kejaksaan, dan sebagainya," jata Tjahjo.

Ia mengatakan besaran dana operasional desa maksimal 5 persen dari dana desa yang disalurkan pemerintah kepada masing-masing desa. Tjahjo menambahkan dana operasional desa nantinya masuk pada Alokasi Dana Desa (ADD) yang disusun Kementerian Keuangan (Kemenkeu). "Sedang diproses oleh Kemenkeu lewat ADD, maksimum 5 persen dari anggaran dana desa," tutur Tjahjo.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cegah Penyimpangan Dana Desa, Pemerintah Anggarkan Uang Operasional Kades", https://nasional.kompas.com/read/2018/11/15/07585981/cegah-penyimpangan-dana-desa-pemerintah-anggarkan-uang-operasional-kades. 
Penulis : Rakhmat Nur Hakim
Editor : Krisiandi

Baca Juga :

Rabu, 14 November 2018

Citarum, Daripada Pemulihan Lebih Cepat Kerusakannya

Ternyata sungai Citarum, Daripada Pemulihan Lebih Cepat Kerusakannya. Hal itu merupakan sebuah informasi yang di beritakan TRIBUNNEWS.COM yang tidak boleh luput dari perhatian kita. Untuk lebih jelas, yuk baca beritanya di bawah ini!

Citarum, Daripada Pemulihan Lebih Cepat Kerusakannya

TRIBUNNEWS.COM - Banjir masih melanda kawasan Kabupaten Bandung meskipun upaya penanggulangan banjir ‎sudah dilakukan jauh-jauh hari.

Di Kecamatan Baleenah misalnya, pembangunan foler air di Kampung Cieunteung, rupanya belum menyelesaikan masalah.

"‎Karena apa yang dilakukan tidak menjawab akar masalah yang sebenarnya terjadi. Harusnya fokus ke akar masalah, misalnya alih fungsi lahan, maka harus ada upaya pencegahan alih fungsi lahan," ujar Direktur Walhi Jabar, Dadan Ramdan di Bandung, Selasa (13/11/2018).

Ia tidak memungkiri pemerintah sudah berjibaku untuk mengantisipasi banjir dengan sejumlah program, salah satunya program Citarum Harum oleh pemerintah pusat.

"Karena daya perusakan lingkungan yang terjadi 10 kali lebih cepat dibanding upaya pemerintah memulihkan lingkungan. Misalnya, di sisi lain pemerintah gencar upaya perlindungan Sungai Citaru, tapi di sisi lain perizinan industri dan properti di kawasapan resapan air terus diberikan," ujarnya.

Akibatnya, upaya penanggulangan banjir tidak pernah selesai. Di tengah kondisi tersebut, program pemerintah menanggulangi banjir tidak sejalan dengan pembangunan manusia di sepanjang Sungai Citarum.

"Program Sungai Citarum orientasinya ke pembangunan infrastruktur fisik, seperti sodetan, kirmir, pembuatan embung-embung. ‎Tapi satu hal penting, peran adab manusia terhadap lingkungan terabaikan," katanya.

Salah satunya, pemberdayaan masyarakat di hulu sungai. Menurutnya, banyak ketimpangan sosial di sekitar hulu sungai

"Jadi masalahnya terkait keberadaan tanah untuk petani di wilayah hulu tdk dijawab dengan program dan anggaran yang ada. Makanya penggarapan lahan konservasi terus berlangsung padahal warga bisa dialokasikan untuk garap kebun negara untuk bertani. Tapi kan saat ini tiak ada program yang mengarah ksana," ujar dia. (men)


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul : Walhi : Daya Rusak Sungai Citarum Lebih Cepat Dibanding Pemulihannya, http://www.tribunnews.com/regional/2018/11/13/walhi-daya-rusak-sungai-citarum-lebih-cepat-dibanding-pemulihannya.

Editor: Eko Sutriyanto